Rasanya Jadi Driver Ojek Online

Ada yang naik ojek setiap berangkat kuliah atau bekerja? Jawabannya pasti banyak. Apalagi setelah banyaknya penyedia jasa transportasi online, khususnya ojek. Moda transportasi yang satu ini sangat digandrungi oleh masyarakat. Selain lebih murah, pelayanan ojek online memang (jujur) lebih baik dibanding ojek pangkalan. Setelah cukup lama memakai jasa ini dan tau keuntungannya, saya tertarik untuk mencoba.

Tiga hari yang lalu saya mendaftar jadi driver ojek online. Diantara beberapa vendor seperti GoJek, Grab, dan Uber. Saya memilih Uber karena fleksibilitas yang lebih karena saya sudah bekerja. Jadi waktu saya narik lebih bebas dibanding vendor lain. Walaupun memang saat ini GoJek dan Grab lebih populer dibandingkan Uber.

Setelah beberapa kali saya narik, saya jadi tahu bagaimana rasanya kalau dapat tip besar dari rider (penumpang), atau tidak dapat uang sepeserpun  karena promo diskon. Saya juga jadi lebih sabar jika saya menunggu driver ojek disaat berangkat ataupun pulang kerja. Karena yang namanya dicancel sudah beberapa kali saya alami. 

Itulah cerita saya pada saat pertama kali ngojek. Dari pengalaman ini saya bisa lebih menghormati orang lain dan lebih giat dalam berusaha, juga jadi ajang menambah wawasan dan meningkatkan skill komunikasi kita. Karena apa yang kita pikir mudah, ternyata sangat sulit untuk menjalaninya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s