Rasanya Jadi Driver Ojek Online

Ada yang naik ojek setiap berangkat kuliah atau bekerja? Jawabannya pasti banyak. Apalagi setelah banyaknya penyedia jasa transportasi online, khususnya ojek. Moda transportasi yang satu ini sangat digandrungi oleh masyarakat. Selain lebih murah, pelayanan ojek online memang (jujur) lebih baik dibanding ojek pangkalan. Setelah cukup lama memakai jasa ini dan tau keuntungannya, saya tertarik untuk mencoba.

Tiga hari yang lalu saya mendaftar jadi driver ojek online. Diantara beberapa vendor seperti GoJek, Grab, dan Uber. Saya memilih Uber karena fleksibilitas yang lebih karena saya sudah bekerja. Jadi waktu saya narik lebih bebas dibanding vendor lain. Walaupun memang saat ini GoJek dan Grab lebih populer dibandingkan Uber.

Setelah beberapa kali saya narik, saya jadi tahu bagaimana rasanya kalau dapat tip besar dari rider (penumpang), atau tidak dapat uang sepeserpun  karena promo diskon. Saya juga jadi lebih sabar jika saya menunggu driver ojek disaat berangkat ataupun pulang kerja. Karena yang namanya dicancel sudah beberapa kali saya alami. 

Itulah cerita saya pada saat pertama kali ngojek. Dari pengalaman ini saya bisa lebih menghormati orang lain dan lebih giat dalam berusaha, juga jadi ajang menambah wawasan dan meningkatkan skill komunikasi kita. Karena apa yang kita pikir mudah, ternyata sangat sulit untuk menjalaninya.

Advertisements

Urus BPJS Sendiri

Selamat pagi (gatau ngomong ke siapa 😂). Hari ini saya mau share pengalaman urus BPJS nih. Kenapa urus sendiri padahal di kantor bisa? Soalnya di kantor lamaa banget urusnya haha. Jadi ya daripada saya gak punya-punya saya buat sendiri. 

Awalnya saya call ke BPJS karena saya mau bertanya perihal saya yg (pernah) ikut Askes dari orang tua. Mas operator jelaskan kalau saya tidak bisa buat online, jadi harus ke kantor BPJS. Jadi hari ini saya urus agar cepat selesai. Karena kemarin diinfokan petugas parkir kantornya, kalau mau enak antre dari jam 5 pagi, jadi saya jam setengah 5 sudah jalan. Memang aneh harus seperti itu dulu, tapi ya saya tidak banyak komentar karena yaa lebih baik cepat-cepat saja. 

Setelah dapat, saya pulang dulu kerumah untuk sarapan hehe. Lalu saya berangkat lagi sekitar jam setengah tujuh. Dan ternyata cukup sederhana dan singkat. Mungkin karena saya pernah ada Askes jadi data sudah ada ya. 

Untuk teman-teman yang mau daftar, baiknya ambil antrean dulu agar tidak menunggu lama. Lalu jangan lupa bawa FC KTP, Kartu Keluarga, juga pas photo 3×4 berwarna. Dan jangan sampai hilang berkas-berkasnya. Selamat antre 😊

Waktunya jadi netizen yang santun

Miris. Itulah kata yang mewakilkan perasaan saya sekarang kalau lihat medsos saat ini. Mulai dari postingan instagram yang gak etis, komentar yang gak mikir dan cyber bullying. Dan coba perhatikan deh komentar negatif yang banyak saat ini, rata-rata mereka komentar tanpa baca keseluruhan artikel/postingan. Kadang ada artikel yang isinya bagus dan positif, dapet banyak komentar jelek karena mereka terpancing judul artikel tersebut.

Padahal harusnya kita bisa lebih bijak dalam bertutur kata di media sosial. Jujur citra orang Indonesia yang sopan dan ramah jadi hilang di media sosial, berbalik 180 derajat. Baiknya kita bisa lebih teliti atau tahan keinginan untuk berkomentar kalo akhirnya malah menjelekkan atau sampai bullying. Semoga kedepannya kita bisa lebih baik dan santun dalam menggunakan media sosial.